Saiman: SPBU Tak Berhak Jual Gas LPG

13 Februari 2018 | 07:23:25 WIB

Saiman: SPBU Tak Berhak Jual Gas LPG
Ket Foto : Saiman Pakpahan

Pekanbaru, Indoriau.com - Maraknya SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) di Pekanbaru yang menjual gas 3Kg, membuat pengamat kebijakan publik Saiman Pakpahan angkat bicara. Saiman mengatakan secara tegas, bahwa SPBU di Pekanbaru tidak ikut menjual gas melon tersebut.
 
"Minyak dan gas memang sama-sama produksi dari pertamina. Tapi surat izin nya dari Dinas Perdagangan Dan Perindustrian kota Pekanbaru tersebut harus jelas. Jika hanya di izinkan untuk menjual minyak jangan menjual gas." tegas Saiman Kamis (08/02).
 
Dosen Universitas Riau Fakultas Ilmu Politik  ini juga menyayangkan bahwa dinas yang terkait dinilai tidak terlalu keras untuk masalah ini.
 
"Ada usaha yang tidak terlalu keras dan edukatif terhadap pengkalan-pangkalan lpg yang melakukan pelanggaran. Beberapa waktu lalu ada sidag dari DPP, dan dari sidag tersebut tidak ada follow up nya. Bahkan ada informasi kalau lpg nya tetap di jual namun di biarkan oleh mereka (DPP)". Ucap Saiman.
 
Saiman berharap bahwa pemerintah harus lebih peka, karena disaat minyak tanah sudah di hapuskan dan dialihkan ke kompor gas, seharus nya pemerintah harus memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat.
 
"Pemerintah harus membutuhi kebutuhan mendasar masyarakat, seperti kelangkaan lpg inikan membuat masyarakat menjadi galau dan bisa saja menjadi konflik horizontal karena tidak bisa memasak atau bisa saja ada konflik vertikal seperti gerakan-gerakan sosial". Ujar Saiman.
 
Sambung nya lagi, pemerintah harus segera memperbaiki sistem dan tata cara bagaimana pendistribusian gas bersubsidi tersebut dengan cara memberdayakan pangakalan gas dan agen-agen gas yang sudah jelas izin nya.
 
“Kalau mau clear, kan ada pangkalan dan agen gas elpiji yang memang mendistribusikan itu. Ya bangunlah tata cara melayani masyarakat dengan baik, jangan ditumpang tindihkan dengan kelompok tertentu yang berada di atas,” ujar Saiman.
 
Saiman menilai bahwa Dinas Perdagangan dan Perindustrian kota Pekanbaru seharusnya bisa melakukan pengawasan terhadap SPBU yang menjual gas melon tersebut. Menurutnya sebagai pihak yang bertanggung jawab DPP terkesan melakukan pembiaran.
 
“menurut saya sengaja dibiarkan, DPP Kota Pekanbaru bukan orang bodoh. Dia tahu bagaimana membaca lingkunganya. Kalau dibiarkan bebas berhari-hari beginikan ada dugaan yang bebas di masyarakat. Apa DPP Kota Pekanbaru mendapat suap? Apa mereka gak mau tahu SPBU menjual gas bersubsidi? Atau memang DPP Kota Pekanbaru memang bodoh? Gak mungkin, ada dugaan ini ada unsur pertemanan dan nepotisme,” tutup Saiman.
 
Salah satu SPBU yang terletak di Jalan.Cempaka Pekanbaru mengatakan bahwa izin pembukaan pangkalan gal lpg tersebut sudah satu paket dengan izin dari pertamina.
 
Hal ini dijelaskan oleh Anto kepala SPBU di Jalan cempaka tersebut. ""Kalau mengenai izin ke Disperindag, SPBU itu sudah satu paket (dengan Pertamina, red). Tidak perlu diurus lagi. Pertamina kan ada izin operasi, jadi sudah satu paket dengan izin gas juga," ujarnya.
 
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru, hingga detik ini tidak pernah memberikan izin pangkalan gas elpiji tabung 3 kilogram kepada SPBU yang ada di Kota Pekanbaru.
 
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan Dan Perindustrian Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan. 
"Kami (DPP Kota Pekanbaru, red) kurang tahu regulasi dari Pertamina, yang jelas sampai saat ini Pemko Pekanbaru tidak pernah memberikan izin pangkalan gas elpiji tabung 3 kilogram kepada SPBU."
 
Akibat dari tidak di urusnya izin dari SPBU yang menjual gas lpg ini pemerintah jadi tidak bisa mengetahui berapa kuota yang dijual di setiap SPBU yang menjual gas lpg 3 kilogram tersebut.her
Akses Indoriau.com Via Mobile m.indoriau.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks
situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker